KONUT – ruangnusantara.id
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Konawe Utara (Konut) Ikbar dan Abuhaera menyambut lansung kedatangan Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi Republik Indonesia (RI) Viva Yoga Mauladi pada kunjungannya di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konut, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (3/8/2025).
Penyambutan Viva Yoga Mauladi tersebut dilakukan dengan pengalungan kain tenun khas Konasara, dan Tari Umoara serta Mondotambe dari Suku Tolaki.
Dalam sambutannya, Bupati Konut mengatakan, Kabupaten Konut adalah Kabupaten yang terluas kedua dari 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sultra namun jumlah penduduk masih yang terkecil kedua juga.
“Yang paling terkecil itu Kabupaten Kepulauan baru kita Kabupaten Konut, jadi harapan kami khususnya pemerintah Daerah Kabupaten Konut kenapa saya jelaskan luas wilayah maupun jumlah penduduk agar program dua anak cukup itu tidak usah diberlakukan di Kabupaten Konut,” ujarnya.
Menurut Ikbar, jumlah penduduk yang masih begitu kecil tidak seimbang dengan luas wilayah yang dimiliki Kabupaten Konut sehingga program dua anak cukup itu tidak tepat untuk Kabupaten yang dipimpinnya.
“Wilayah kita ini masih luas dengan jumlah penduduk masih kecil, artinya kalau jumlah penduduk kita besar ada dua keuntungan yang kita dapatkan, pertama Dana Alokasi Umum (DAU) kita berdasarkan jumlah penduduk, terus yang kedua anggota DPRD kita bisa bertambah, artinya lapangan pekerjaan juga ini pak Wamen,” imbuhnya.
Kehadiran Wamen Transmigrasi RI tersebut menurut Ikbar bukan hanya suatu kehormatan, akan tetapi bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan wilayah dan peningkatan kualitas hidup terhadap masyarakat di Kabupaten Konut.
Kabupaten Konut merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar mulai dari segi pertanian, peternakan hingga sektor kehutanan yang berbasis masyarakat.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi ini bergantung dari dukungan pada inprasktutur, khususnya peningkatan jalan yang menghubungkan kawasan pemukiman serta akses kepusat pelayanan dan pasar,” paparnya.
Oleh karena itu lanjut Ikbar, pihaknya sangat mengapresiasi kunjungan ini sebagai momentum penting untuk mendorong pembangunan infrastruktur kawasan transmigrasi dengan ketersediaan akses jalan yang memadai sehingga mobilitas masyarakat akan meningkat.
“Kami juga sedang menyusun dokumen satuan rencana teknis pemukiman atau RTSB untuk 2 Desa, yaitu Desa Laronaha dan Desa Horoe Kecamatan Oheo yang telah kami indentifikasi yang memiliki daya potensi tampung 150 kepala keluarga,” tutupnya.
Laporan: Ridwan












